Chelsea Tidak Punya Identitas

Mantan manajer yang pernah menangani Chelsea Avram Grant yakin bahwa klub ini telah mengalami penderitaan karena sudah terlalu sering mengalami bongkar pasang pelatih baru. Selain itu, Grant juga menegaskan bahwa klub berjuluk The Blues itu tidak punya identitas.

Grant, yang saat ini menukangi tim nasional (timnas) Ghana, tercatat pernah menjadi manajer Chelsea yang berhasil mengantar mereka tampil di laga final Liga Champions usai menjadi suksesor dari Jose Mourinho pada tahun 2007 yang lalu. Akan tetapi, dia dipecat setelah itu dan, sejak saat itu, klub yang berasal dari kota London barat itu tercatat telah melakukan pergantian posisi pelatih sebanyak 11 kali baik dengan status sementara maupun permanen – dengan Antonio Conte ditunjuk untuk menjadi pelatih Chelsea pada musim panas tahun 2016 yang lalu.

“Saya pikir masalahnya adalah bahwa Chelsea tidak punya identitas tentang bagaimana mereka bermain,” kata Grant kepada ESPN FC di pusat pelatihan timnas Ghana yang ketika sedang berlaga di turnamen Piala Afrika 2017 yang tengah berlangsung di Gabon saat ini tersebut.

“Arsenal punya itu, Pep Guardiola juga demikian; sedangkan mereka tidak. Mereka ingin bisa membeli pemain dan langsung menjadi juara akan tetapi mereka tidak bisa punya identitas karena mereka melakukan pergantian pelatih di setiap satu tahun atau dua tahun sekali,” imbuh juru strategi yang saat ini sudah menginjak usia 61 tahun ini.

“Di sisi lain mereka punya direktur sepak bola (Michael Emenalo) yang melakukan pekerjaannya dengan baik, membeli pemain muda yang berkualitas, jadi skuat ini memang fantastis – yang paling seimbang di Inggris. Satu hal yang tetap stabil di sana adalah sang pemilik klub Roman Abramovich, Marina Granovskaia yang merupakan direktur klub dan satu lagi adalah direktur sepak bola. Jika mereka mengganti Marina dan Michale setiap tahunnya, mereka pasti tidak bisa berada dalam kondisi yang baik,” papar ahli taktik berkebangsaan asal Israel itu.

Meski begitu, Grant mengaku terkesan dengan kinerja yang sudah diberikan oleh Antonio Conte pada debut pertamanya melanjutkan karir sebagai seorang pelatih di kompetisi Liga Primer Inggris. Bahkan, Chelsea saat ini sukses duduk di puncak singgasana klasemen sementara Liga Primer Inggris. Akan tetapi, Grant juga yakin bahwa Conte yang merupakan mantan timnas Italia dan Juventus ini datang di satu masa ketika klub memang sudah punya keinginan yang besar untuk bisa melakukan perubahan.

“Buruk sekali tahun lalu – sepak bola, hubungannya,” ujar Grant.

“Para pemain juga berkualitas – Eden Hazard tidak lupa bagaimana caranya untuk bermain pada usia 24, tidak ada dari mereka yang juga bisa. Jadi Conte datang di yang tepat; para pemain sudah siap untuk melakukan perubahan dan memang mereka sepertinya juga menginginkan adanya perubahan,” pelatih kelahiran kota Petah Tikva tersebut.

“Dengan segala hormat saya kepada Jose, saya tidak melihat bahwa media mengabarkan dia adalah raja di dunia dan seorang yang jenius – dia memang tidak, dan bukan pula bahwa dia tidak berguna ketika mereka semua berkata tentang dia saat ini (Manchester United). Dia adalah seorang manajer yang baik, dengan segala masalah yang juga dimiliki oleh orang lain,” jelas manajer yang sudah menangani timnas Grana sejak tahun 2014 yang lalu ini.

“Saya pikir Conte mulai mencoba untuk bisa menyenangkan hati para suporter. Dia menerapkan formasi pertandingan 4-4-2 dan dia juga tercatat tidak pernah menerapkan formasi seperti ini di sepanjang hidupnya, saya sudah mengikuti keseluruhan karir dia. Saya rasa hal terbaik yang terjadi di Chelsea adalah ketika mereka menelan kekalahan di tangan Arsenal dengan skor akhir 3-0, kemudian dia kembali ke akarnya dan mereka sekarang barus bisa bermain dengan satu sistem yang juga bagus untuk para pemainnya,” jelas Grant.

“Mereka sudah melakuan semuanya dengan baik dan saya hanya bisa memberikan rasa hormat saya kepada Conte. Dia tidak keras kepala seperti yang lain, dan berkata ‘Oke, ini tidak akan berjalan dengan baik, masih kita mengubahnya’. Saya tahu bahwa para pemain tidak senang di awal akan tetapi ini adalah tentang kepemimpnan. Dia melakukan pekerjaannya dengan baik dan Chelsea juga bisa menampilkan performa dengan sangat baik pula, tutupnya.

Copyrights © 2019. All rights reserved.