Jose Mourinho Tegaskan Manchester United Tidak Kalah

Manajer Manchester United Jose Mourinho menegaskan bahwa tim asuhannya itu ‘tidak kalah’ meskipun pada kenyataanya mereka menelan kekalahan dengan skor 2-1 di tangan Hull City dalam laga leg kedua babak semifinal Piala Liga Inggris yang digelar pada hari Jumat (27/1) dini hari tadi WIB di KCOM Stadium.

Manchester United memang menelan kekalahan dalam pertandingan tersebut. Akan tetapi, tetapi tim berjuluk Setan Merah itu tetap lolos ke partai final Piala Liga Inggris musim 2016/17 ini. Pasalnya, tim besutan manajer Jose Mourinho ini unggul dengan skor agregat 3-2 atas Hull City. Manchester United sukses memetik kemenangan dengan skor 2-0 dalam laga leg pertama yang digelar di Old Trafford tengah pekan kemarin. Dan pada partai final yang bakal digelar di Wembley Stadium pada tanggal 26 Februari nanti, Manchester United akan berhadapan dengan Southampton, yang sukses menyingkirkan Liverpol di babak semifinal.

Gol pertama yang dicetak oleh Hull City, yang membuat mereka unggul 1-0 pada pertandingan dini hari, didapat dari penalti kontroversial ketika Harry Maguire terjatuh usai mendapat pelanggaran dari Marcos Rojo. Tom Huddlestone yang tampil sebagai eksekutor penalti menyelesaikan tugasnya dengan baik untuk merobek gawang Manchester United yang dikawal oleh kiper David De Gea.

Tanpa menyebut langsung terhadap keputusan yang sudah diambil oleh wasit pertandingan dini hari tadi, Jon Moss, Mourinho mengatakan kepada reporter: “Kami tidak kalah. Pertandingan ini berakhir dengan skor 1-1. Saya hanya melihat ada dua gol,” katanya.

“Pertandingan benar-benar berada di bawah kendali. Sesuatu terjadi untuk membuka pertandingan – kemudian pertandingan menjadi terbuka,” imbuh manajer yang sudah menangani tim yang bermarkas di Old Trafford sejak musim panas tahun 2016 yang lalu itu.

Ketika ditanya secara spesifik tentang pandangannya soal tendangan penalti yang kontroversial itu, dia mengatakan: “Saya tidak mau berbicara soal penalti itu,” tegas juru strategi berkebangsaan asal Portugal ini.

Kepada Sky Sports 1, dia menambahkan: “Saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain saya karena ini menjadi sebuah perjalanan yang berat untuk bisa lolos ke final dan kami akhirnya berada di final,” tambah Mourinho.

“Saya tidak mau berkata hal yang lain karena ini saja sudah cukup. Saya tenang. Saya bersikap baik di pinggir lapangan, tidak ada hukuman jadi tidak ada komentar,” tukas ahli taktik berusia 53 tahun kelahiran kota Setubal itu.

Mourinho akan melakoni dua pertandingan yang digelar di Wembley Stadium sejak ditunjuk sebagai manajer Manchester United – usai sebelumnya sukses meraih gelar juara Community Shield melawan Leicester City pada bulan Agustus tahun 2016 yang lalu.

“Setiap kompetisi penting bagi saya, setiap pertandingan penting bagi saya,” ujar Mourinho setelah pertandingan kepada MUTV.

“Itu tidak penting, sungguh, mana kompetisinya, akan tetapi saya rasa Wembley adalah Wembley,” tukas manajer yang sempat menjuluki dirinya sendiri dengan sebutan sebagai The Special One tersebut.

“Bagi profesional dengan hasrat yang tinggi di sepak bola, Wembley punya arti yang spesial, perasaan yang spesial,” tambah mantan pelatih yang sebelumnya menangani Chelsea ini.

“Tentu saja, saya senang bisa tampil di sana. Tentu saja, saya juga merasa bahagia bisa membawa ribuan fans kami karena, saya rasa, ini juga demi mereka, ini menjadi sesuatu yang akanselalu mereka ingat, bisa datang ke Wembley,” papar pelatih yang tercatat pernah menukangi FC Porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid itu.

Sementara itu, Manchester United yang berhasil meraih hasil tidak pernah kalah selama 17 pertandingan di semua kompetisi akhirnya rekor itu terhenti di tangan Hull City, dan kapten Setan Merah Michael Carrick mengaku kecewa dengan penampilan dari tim asuhan Mourinho ini.

“Sejujurnya saya kecewa, dengan cara kami bermain dan kalah dalam pertandingan ini,” kata Carrick.

“Aneh rasanya, kami ingin terus melanjutkan rekor yang baik ini dan juga performa kami yang baik,” imbuh pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut.

“Kami tidak bermain dengan baik sama sekali. Tentu saja kami merasa senang bisa lolos ke final, kami pasti bisa bangkit dan tampil dengan lebih baik lagi pada pertandingan selanjutnya,” jelas pemain asal Inggris ini.

“Kami mengharapkan satu pertandingan yang berjalan dengan berat, kami berharap mereka bisa melawan kami karena mereka memang harus melakukan itu. Kami memang tidak bermain dengan baik karena ada beberapa alasan dan kami kecewa. Kami tidak suka kalah akan tetapi kami bisa lolos ke final dengan penampilan seperti ini, jadi kami merasa senang bisa lolos ke sana,” papar gelandang veteran yang kini sudah menginjak usia 35 tahun tersebut.

“Kami masih sangat, sangat kecewa,” tegas Carrick.

Sementara itu, manajer Hull City Marcos Silva mengaku puas dengan penampilan para anak asuhnya ini. Akan tetapi, dia menyesali ketika tim berjuluk The Tigers ini menelan defisit dua gol pada laga leg pertama di Old Trafford tengah pekan kemarin.

“Menjadi satu hal yang penting untuk bisa selalu memetik kemenangan dalam pertandingan yang kami hadapi akan tetapi hasil pertandingan di leg pertama memang buruk bagi kami,” kata Silva.

“Malam ini kami bermain dengan baik dari para pemain kami, sebuah peforma yang baik sebagai sebuah tim, semangat yang bagus, sikap yang bagus dan dalam banyak momen kami berhasil mengendalikan pertandingan,” imbuh juru strategi berkebangsaan asal Portugal ini.

“Kami berhasil memberikan kesulitan pada sebuah tim besar seperti Manchester United, ini menjadi sesuatu yang penting bagi kami. Rasanya tidak mungkin saat ini untuk berkata bahwa kami merasa sangat, sangat senang, tapi tidak apa-apa. Mungkin gol terakhir di Old Trafford pada menit akhir menjadi pembeda dalam dua laga leg ini,” pungkas ahli taktik muda berusia 39 tahun tersebut.

Copyrights © 2019. All rights reserved.